Elite Adat Masih Eksis dalam Panggung Politik di Pinrang

Elite Adat Masih Eksis dalam Panggung Politik di Pinrang

14 Desember 2020, 10:15 AM

 

Eka Suhartono, mahasiswa Program Pascasarjana UNM. (FOTO: ZOOM MEETING/SCREENSHOT)


Seberita.Online, MAKASSAR – Salah seorang mahasiswa Program Pascasarjana (PPs) Universitas Negeri Makassar (UNM), Eka Suhartono Tajuddin meneliti peran elite adat dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Pinrang. Hasil penelitian ini disajikan dalam sidang ujian tesis PPs UNM yang digelar secara virtual, Senin (14/12/2020).

Melalui tesis Antropologi Politik berjudul lengkap “Peran Elite Adat pada Pilkada Kabupaten Pinrang 2018”, Eka menulis tujuan penelitian yang dilakukan untuk dua hal yakni alasan elite adat ikut melibatkan diri pada pra Pilkada Kabupaten Pinrang, peran elite adat, dan proses adaptasi elite adat pasca Pilkada.

Di hadapan dewan penguji sidang virtual, mahasiswa kelahiran Pinrang  3 November 1993 ini, menjelaskan bahwa alasan para elit ikut serta dalam Pilkada di Kabupaten Pinrang 2018 adalah untuk mempertahankan citra, kharisma, dan jabatan. Selain itu kata dia, sebagai wujud pembuktian bahwa elite merupakan perwujudan seorang pemimpin.

“Elite adat masih dan akan tetap eksis di Kabupaten Pinrang. Buktinya, muncul doktrin melalui ungkapan bahwa jangan coba-coba ingin jadi pemimpin jika bukan berasal dari keturunan elite adat”, ungkapnya.

Kuatnya peran elite adat di Kabupaten Pinrang dalam pandangan Eka Suhartono, menyebabkan ia berkeyakinan bahwa elite adat di Kabupaten Pinrang pada masa mendatang akan tetap eksis.


Hadir sebagai dewan penguji, Prof. Dr. Hj. Andi Ima Kesuma, M.Pd, Prof. Dr. Darman Manda, M.Hum, Dr. Ahmadin, S.Pd., M.Pd, dan Dr. Abdul Rahman, S.Pd., M.Si.(mg/sb)


TerPopuler